Macam-macam Investasi
Ada beberapa jenis atau macam investasi. Banyak
orang yang hanya tahu tentang investasi
dan belum mengerti tentang investasi
yang sebenarnya. Supaya anda juga lebih tahu dan mengerti tentang investasi , Anda bisa lebih tahu dan
mengerti tentang investasi, anda
bisa membaca beberapa tulisan di bawah ini. Ada beberapa cara jenis atau macam
investasi. Jenis atau macam investasi ada di bawah ini.
Dalam berinvestasi, secara umum ada dua macam jenis aset, yaitu aset riil dan aset financial. Aset riil dan aset financial sama-sama bisa dipertimbangkan sebagai sarana investasi dalam rangka mencapai tujuan keuangan yang Anda inginkan. Dalam berinvestasi , ada beberapa yang harus diingat bahwa selalu ada risiko akan kehilangan moda. Oleh karena itu, sangat perlu mengetahui dengan benar aset-aset yang cocok Anda pilih untuk berinvestasi sesuai keinginan dan kebutuhan anda.
Aset Riil
Aset riil merupakan aset yang memiliki wujud. Misalnya yaitu tanah, emas, rumah, dan logam mulia yang lain. Berinvestasi di aset riil merupakan hal yang umum dilakukan. Misalnya Banu membeli rumah, dan kemudian menyewakannya kepada pihak lain sehingga memperoleh pendapatan setiap bulan. Belum lagi ketika rumah itu selesai disewa dan harganya naik, Banu bisa menjualnya dan memperoleh keuntungan. Banu akan memperoleh banyak keuntungan dari hasil investasi di aset riil ini. Meskipun harganya bisa naik-turun, tetapi dalam jangka panjang nilainya cenderung akan semakin meningkat.
Aset Finansial
Aset finansial yaitu aset yang wujudnya tidak terlihat, tetapi tetap memiliki nilai yang cukup tinggi. Pada umumnya aset finansial ini terdapat di dunia perbankan dan juga di pasar modal. Di Indonesia dikenal dengan Bursa Efek Indonesia. Beberapa contoh dari aset finansial misalnya instrumen pasar uang, saham, reksa dana dan obligasi.
Jenis-jenis atau macam-macam investasi yaitu:
a. Reksa dana
Yaitu wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat
yang dikelola oleh badan hukum yang bernama Manajer Investasi untuk kemudian
diinvestasikan ke aset finansial lainnya. Dana itu biasanya disimpan di bank
penyimpanan yang disebut dengan bank kustodian. Reksa dana adalah solusi bagi
orang yang ingin berinvestasi dalam banyak aset namun memiliki dana yang
terbatas. Hal ini dimungkinkan karena dana yang dihimpun dari banyak pihak
cukup besar untuk kemudian dapat diinvestasikan pada saham, obligasi dan
instrumen pasar uang sesuai dengan kebijakan dari Manajer Investasi.
Selain itu, reksa dana juga merupakan solusi bagi Anda yang memiliki keterbatasan dalam pengetahuan dan informasi dalam melakukan analisis investasi, serta bagi Anda yang tidak mempunyai cukup waktu untuk mengawasi pergerakan harian saham dan obligasi.
b. Mata uang asing
Selain itu, reksa dana juga merupakan solusi bagi Anda yang memiliki keterbatasan dalam pengetahuan dan informasi dalam melakukan analisis investasi, serta bagi Anda yang tidak mempunyai cukup waktu untuk mengawasi pergerakan harian saham dan obligasi.
b. Mata uang asing
Segala macam mata uang asing biasanya dapat
dijadikan alat investasi.
Investasi dalam mata uang asing ini lebih beresiko dibandingkan dengan investasi lain seperti saham, karena nilai mata uang asing di Indonesia menganut sistem mengambang bebas (free float) yaitu benar-benar tergantung pada permintaan dan penawaran di pasaran. Di Indonesia mengambang bebas membuat nilai mata uang rupiah sangat fluktuatif.
c. Properti
Investasi dalam mata uang asing ini lebih beresiko dibandingkan dengan investasi lain seperti saham, karena nilai mata uang asing di Indonesia menganut sistem mengambang bebas (free float) yaitu benar-benar tergantung pada permintaan dan penawaran di pasaran. Di Indonesia mengambang bebas membuat nilai mata uang rupiah sangat fluktuatif.
c. Properti
Investasi dalam properti yaitu investasi dalam
bentuk tanah atau rumah.
Keuntungan yang dapat diperoleh dari properti ada dua macam yaitu:
(a) Menjual properti itu dengan harga yang lebih tinggi.
(b) Menyewakan properti tersebut ke pihak lain sehingga memperoleh uang sewa dari penyewaan itu.
d. Barang-barang koleksi
Keuntungan yang dapat diperoleh dari properti ada dua macam yaitu:
(a) Menjual properti itu dengan harga yang lebih tinggi.
(b) Menyewakan properti tersebut ke pihak lain sehingga memperoleh uang sewa dari penyewaan itu.
d. Barang-barang koleksi
Biasanya barang-barang koleksi berupa perangko,
lukisan, barang antik, cincin, keris, dan lain-lain. Keuntungan yang didapat
dari berinvestasi pada barang-barang koleksi adalah dengan menjual koleksi
tersebut kepada pihak lain yang suka kepada barang koleksi tersebut. Jika orang
yang kita tawari barang tersebut suka pada barang itu biasanya bisa membeli
dengan harga yang cukup tinggi.
e. Saham
e. Saham
Saham ialah kepemilikan atas sebuah perusahaan
tersebut. Dengan membeli saham di suatu tempat, berarti orang yang memiliki
saham sama halnya dengan membeli sebagian perusahaan tersebut. Apabila
perusahaan tersebut mengalami keuntungan, maka pemegang saham biasanya akan
memperoleh sebagian keuntungan yang disebut deviden. Saham itu juga bisa dijual
kepada pihak lain, baik dengan harga yang lebih tinggi yang selisih harganya
disebut dengan capital gain maupun lebih rendah daripada kita membelinya yang
selisih harganya disebut capital loss. Jadi, keuntungan yang bisa diperoleh
dari saham ada dua jenis yaitu capital gain dan deviden.
f. Emas
f. Emas
Emas merupakan barang berharga yang paling
diterima di seluruh dunia setelah mata uang asing dari negara-negara G-7
(sebutan bagi tujuh negara yang memiliki perekonomian yang kuat, seperti
Amerika, Jepang, Jerman, Inggris, Italia, Kanada, dan Perancis). Harga emas
akan mengikuti kenaikan nilai mata uang dari negara-negara G-7. Semakin tinggi
kenaikan nilai mata uang asing tersebut, semakin tinggi pula harga emas. Selain
itu harga emas biasanya juga berbanding searah dengan inflasi. Semakin tinggi
inflasi, biasanya akan semakin tinggi pula kenaikan harga emas. Seringkali
kenaikan harga emas melampaui kenaikan inflasi itu sendiri.
g. Tabungan di bank
g. Tabungan di bank
Tabungan di bank berarti dengan menyimpan uang
di tabungan, maka akan memperoleh suku bunga tertentu yang besarnya mengikuti
kebijakan bank yang bersangkutan. Produk tabungan biasanya memperbolehkan kita
mengambil uang kapanpun sesuai keinginan kita.
h. Obligasi
h. Obligasi
Obligasi atau sertifikat obligasi ialah surat
utang yang diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan, baik untuk menambah
modal perusahaan ataupun membiayai suatu proyek pemerintah. Karena sifatnya
yang hampir sama dengan deposito, maka agar lebih menarik investor suku bunga
obligasi biasanya sedikit lebih tinggi dibanding suku bunga deposito. Selain
itu seperti saham kepemilikan obligasi bisa juga dijual kepada pihak lain baik
dengan harga yang lebih tinggi maupun lebih rendah daripada ketika membelinya.
i. Deposito di bank
i. Deposito di bank
Deposito di bank merupakan suatu produk deposito
yang hampir sama dengan produk tabungan, yang membedakannya di sini adalah
dalam melakukan deposito tidak bisa diambil dalam waktu kapan saja sesuai
keinginan, kecuali apabila uang tersebut sudah menginap di bank selama jangka
waktu tertentu (tersedia pilihan antara satu, tiga, enam, dua belas, sampai dua
puluh empat bulan, tetapi ada juga yang harian). Suku bunga deposito biasanya
lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga tabungan. Selama deposito itu belum
jatuh tempo, uang pada deposito tersebut tidak akan terpengaruh oleh naik
turunnya suku bunga di bank.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar