Selasa, 29 Maret 2016



PROSES MANAJEMEN INVESTASI
Tanpa melakukan perbedaan terhadap terhadap investor institusional, proses manajemen insvestasi  meliputi lima langkah sebagai berikut:
1.       Menetapkan sasaran investasi
2.       Membuat kebijakan investasi
3.       Memilih stategi portopolio
4.       Memilih aktiva / asset
5.       Mengukur dan mengevaluasi kinerja


Menetapkan Sasaran  Investasasi
     Langkah pertama dalam proses manajemen investasi , merupakan menetapkan sasaran investasi, tergantung dari instutusi itu sendiri. Sebagai contoh ,perusahaan ansuransi jiwa yang menjual berbagai produk ,yang sebagian besar memberikan jaminan pembayaran di masa yang akan dapan atau aliran pembayaran untuk kurun waktu tertentu. Oleh karena itu , sasaran investasi dari perusahaan asuransi jiwa adalah untuk memenuhi kewajiban perusahaan dan menghasilkan laba. Contoh lain , bagi bank dan asosiasi simpanan dan pinjaman, dana diperoleh melalui penerbitan sertifikat deposito. Dana-dana ini kemudian di investasikan dalam bentuk pinjaman dan surat-surat berharga. Sasaran instutusi ini adalah memperoleh pengembalian dari dana yang diinvestasikan yang jumlahnya lebih besar dari biaya yang di keluarkan.
Membuat kebijakan investasi
                                  Langkah kedua dalam proses manajemen investasi adalah membuat pedoman kebijakan untuk memenuhi sasaran investasi. Penetapan kebijakan dimulai dengan keputusan alokasi aktiva/asset. Yaitu, investor harus memutuskan bagaimana dana instutusi sebaiknya didistribusikan terhadap kelompok-kelompok aktiva utama yang ada. Kelompok ativa umumnya meliputi saham,obligasi,real estat, dan sekuritas-sekuritas luar negeri.
                 Kendala-kendala dari klien dan peraturan yang ada harus dipertimbangan dalam menetapkan kebijakan investasi. Sebagai missal, klien berkeinginan untuk mempertahankan tingkat diversifikasi dan keamanan tertentu, dan membartasi persentase dana yang diinvestasiakan pada kelompok aktiva tertentu. Contoh dari kendala peraturan adalah pembatasan terhadap kelompok aktiva yang dapat diinvestasikan oleh institusi keuangan. Implikasinya dari pelaporan pajak dan keuangan juga harus dipertimbangkan dalam menetapkan kebijakan insvestasi. Persyaratan pembuatan laporan keuangan mempengaruhi cara yang dipilih investor institusional dalam menetapkan kebijakan investasi. Sayangnya, pertimbangan pelaporan keuangan terkadang menyebabkan institusi menetapkan suatu kebijakan investasi, yang dalam jangka panjang, tidak dapat memberikan keuntungan ekonomi terbaik bagi institusi.
Pemilihan Stategi Portopolio
        Pemilihan strategi portopolio yang konsisten terhadap sasaran dan pedoman kebijakan investasi dari klien maupun institusi merupakan langkah ketiga dalam proses manajemen investasi. Strategi-strategi portopolio dapat dibedakan menjadi strategi aktif dan pasif. Strategi portopolio aktif menggunakan informasi-informasi yang tersedia dan teknik-teknik peramalan untuk memperoleh kinerja yang lebih baik dibandingkan portopolio yang hanya diinvestasikan secara luas. Hal penting bagi seluruh strategi aktif adalah harapan terhadap factor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja dari sekelompok aktiva. Sebagai missal dengan straregi saham biasa yang aktif hal ini mencakup peramalan pendapatan di masa yang akan depan, dividen, atau saham rasio harga terhadap pendapatan. Dengan portopolio obligasi yang di kelola portopolio aktivyang melibatkan sekuritas asing membutuhkan adanya suatu peramalan terhadap nilai tukar dimasa yang akan dating.
Strategi portopolio pasif  melibatkan input ekspektasional minimal, dan sebagai gantinya bergantung pada diversifikasi untuk mencocokan kinerja dari beberapa indeks pasar. Sebagai akibatnya, strategi pasif mengasumsikan bahwa pasar akan merefleksikan seluruh informasi yang tersedia pada harga sekuritas.
Pemilihan Aktiva
                        Setelah strategi portopolio dipilih, langkah selanjutnya adalah memilih aktiva tertentu untuk dimasukan dalam portopolio. Hal ini membutuhkan evaluasi terhadap masing-masing sekuritas. Dalam strategi aktif, hal ini berarti usaha untuk menidentivikasi kesalahan penetapan harga sekuritas.
                        Pada tahap ini, manajer investasi berusaha untuk merencanakan portopolio yang efisien. Portopolio yang efisien adalah portopolio yang memberikan pengembalian yang diharapkan terbesar untuk tingkatan pengembalian tertentu, atau dengan kata lain tingkat resiko terendah untuk tinggkat pengembalian tertentu, atau dengan kata lain resiko terendah untuk tingkat pengendalian tertentu.
Mengukur dan Mengevaluasi kinerja
                        Mengukur dan mengevaluasi kinerja investasi merupakan langkah terakhir dalam proses manajemen investasi. Sebenarnya, penggunanaan istilah langkah terakhir dapat menyesatkan, karena proses investasi merupakan proses yang berkesinambungan. Langkah ini meliputi pengukuran kinerja portopolio dan selanjutnya pengevaluasian kinerja kinerja tersebut secara relative terhadap beberapa patok-duga (benchmark). Patok-duga merupakankinerja dari serangkaian sekuitas yang telah di tentukan, diperoleh untuk tujuan perbandingan. Benchmark adalah indeks yang umum digunakan, seperti hanya standart & poor’s 500 untuk portopolio saham atau indeks-indeks obligasi yang di terbitkan oleh perusahaan sekuritas ternama.
                        Walaupun manajer portopolio dapat bekerja lebih baik dibandingkan portopolio becnhamark, hal ini tidak berarti portopolioyang ada dapat memuaskan kebutuhan klien.

Sumber : Frank j. Fabozzi.1999.MANAJEMEN INVESTASI.Jakarta:Salemba Empat
                     

                                     

                                        

                                        






Tidak ada komentar:

Posting Komentar