PROSES MANAJEMEN INVESTASI
Tanpa melakukan perbedaan
terhadap terhadap investor institusional, proses manajemen insvestasi meliputi lima langkah sebagai berikut:
1.
Menetapkan sasaran investasi
2.
Membuat kebijakan investasi
3.
Memilih stategi portopolio
4.
Memilih aktiva / asset
5.
Mengukur dan mengevaluasi kinerja
Menetapkan Sasaran Investasasi
Langkah
pertama dalam proses manajemen investasi , merupakan menetapkan sasaran
investasi, tergantung dari instutusi itu sendiri. Sebagai contoh ,perusahaan
ansuransi jiwa yang menjual berbagai produk ,yang sebagian besar memberikan
jaminan pembayaran di masa yang akan dapan atau aliran pembayaran untuk kurun
waktu tertentu. Oleh karena itu , sasaran investasi dari perusahaan asuransi
jiwa adalah untuk memenuhi kewajiban perusahaan dan menghasilkan laba. Contoh
lain , bagi bank dan asosiasi simpanan dan pinjaman, dana diperoleh melalui
penerbitan sertifikat deposito. Dana-dana ini kemudian di investasikan dalam
bentuk pinjaman dan surat-surat berharga. Sasaran instutusi ini adalah
memperoleh pengembalian dari dana yang diinvestasikan yang jumlahnya lebih
besar dari biaya yang di keluarkan.
Membuat
kebijakan investasi
Langkah kedua dalam proses
manajemen investasi adalah membuat pedoman kebijakan untuk memenuhi sasaran
investasi. Penetapan kebijakan dimulai dengan keputusan alokasi aktiva/asset. Yaitu, investor harus memutuskan
bagaimana dana instutusi sebaiknya didistribusikan terhadap kelompok-kelompok
aktiva utama yang ada. Kelompok ativa
umumnya meliputi saham,obligasi,real estat, dan sekuritas-sekuritas luar
negeri.
Kendala-kendala
dari klien dan peraturan yang ada harus dipertimbangan dalam menetapkan
kebijakan investasi. Sebagai missal, klien berkeinginan untuk mempertahankan
tingkat diversifikasi dan keamanan tertentu, dan membartasi persentase dana
yang diinvestasiakan pada kelompok aktiva tertentu. Contoh dari kendala
peraturan adalah pembatasan terhadap kelompok aktiva yang dapat diinvestasikan
oleh institusi keuangan. Implikasinya dari pelaporan pajak dan keuangan juga
harus dipertimbangkan dalam menetapkan kebijakan insvestasi. Persyaratan
pembuatan laporan keuangan mempengaruhi cara yang dipilih investor
institusional dalam menetapkan kebijakan investasi. Sayangnya, pertimbangan
pelaporan keuangan terkadang menyebabkan institusi menetapkan suatu kebijakan
investasi, yang dalam jangka panjang, tidak dapat memberikan keuntungan ekonomi
terbaik bagi institusi.
Pemilihan
Stategi Portopolio
Pemilihan strategi portopolio yang
konsisten terhadap sasaran dan pedoman kebijakan investasi dari klien maupun
institusi merupakan langkah ketiga dalam proses manajemen investasi.
Strategi-strategi portopolio dapat dibedakan menjadi strategi aktif dan pasif. Strategi portopolio aktif menggunakan
informasi-informasi yang tersedia dan teknik-teknik peramalan untuk memperoleh
kinerja yang lebih baik dibandingkan portopolio yang hanya diinvestasikan
secara luas. Hal penting bagi seluruh strategi aktif adalah harapan terhadap
factor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja dari sekelompok aktiva. Sebagai
missal dengan straregi saham biasa yang aktif hal ini mencakup peramalan
pendapatan di masa yang akan depan, dividen, atau saham rasio harga terhadap
pendapatan. Dengan portopolio obligasi yang di kelola portopolio aktivyang
melibatkan sekuritas asing membutuhkan adanya suatu peramalan terhadap nilai
tukar dimasa yang akan dating.
Strategi portopolio pasif melibatkan input ekspektasional minimal, dan
sebagai gantinya bergantung pada diversifikasi untuk mencocokan kinerja dari
beberapa indeks pasar. Sebagai akibatnya, strategi pasif mengasumsikan bahwa
pasar akan merefleksikan seluruh informasi yang tersedia pada harga sekuritas.
Pemilihan Aktiva
Setelah strategi
portopolio dipilih, langkah selanjutnya adalah memilih aktiva tertentu untuk
dimasukan dalam portopolio. Hal ini membutuhkan evaluasi terhadap masing-masing
sekuritas. Dalam strategi aktif, hal ini berarti usaha untuk menidentivikasi
kesalahan penetapan harga sekuritas.
Pada tahap ini, manajer
investasi berusaha untuk merencanakan portopolio
yang efisien. Portopolio yang efisien adalah portopolio yang memberikan
pengembalian yang diharapkan terbesar untuk tingkatan pengembalian tertentu,
atau dengan kata lain tingkat resiko terendah untuk tinggkat pengembalian
tertentu, atau dengan kata lain resiko terendah untuk tingkat pengendalian
tertentu.
Mengukur dan Mengevaluasi kinerja
Mengukur dan
mengevaluasi kinerja investasi merupakan langkah terakhir dalam proses
manajemen investasi. Sebenarnya, penggunanaan istilah langkah terakhir dapat
menyesatkan, karena proses investasi merupakan proses yang berkesinambungan.
Langkah ini meliputi pengukuran kinerja portopolio dan selanjutnya
pengevaluasian kinerja kinerja tersebut secara relative terhadap beberapa
patok-duga (benchmark). Patok-duga
merupakankinerja dari serangkaian sekuitas yang telah di tentukan, diperoleh
untuk tujuan perbandingan. Benchmark adalah indeks yang umum
digunakan, seperti hanya standart & poor’s 500 untuk portopolio saham atau
indeks-indeks obligasi yang di terbitkan oleh perusahaan sekuritas ternama.
Walaupun manajer
portopolio dapat bekerja lebih baik dibandingkan portopolio becnhamark, hal ini tidak berarti
portopolioyang ada dapat memuaskan kebutuhan klien.
Sumber
: Frank j. Fabozzi.1999.MANAJEMEN INVESTASI.Jakarta:Salemba Empat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar